| Home | | Piala Dunia | | Galerry Foto | | Berita Tp Jahil | | Sekilas Info | | Apresiasi Seni | | Tempo Doeloe |

      Tuesday, June 13, 2006

      RAMUAN Untuk Keharmonisan Suami-Istri!



      Beberapa masalah yang mempengaruhi keharmonisan kehidupan suami istri telah kita ketahui, salah satunya adalah persoalan fungsi seksual.

      Walau banyak yang mempengaruhinya dan harus dikonsultasikan pada yang ahli, kita bisa mencoba menggunakan beberapa ramuan berikut ini untuk mendukung usaha kita dalam rangka mensukseskan aktivitas seksual bersama pasangan kita.

      Beberapa ramuan ini direkomendasikan oleh Drs. Didik Gunawan, Apt SU, Dosen pada Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada.
      Tak ada salahnya untuk dicoba bukan...????

      Ramuan Meningkatkan Gairah
      Resep 1
      Bahan:
      - 30 gram laos
      - 1 buah mengkudu masak
      - 5 gram merica
      - 10 gram jahe
      - 5 gram garam
      - 2 butir telur ayam kampung

      Cara Membuat:
      Haluskan merica, kemudian diayak untuk mendaptkan merica yang halus. Sementara bahan lain dilumatkan, lalu ditambah air mendidih sebanyak 1 gelas dan kemudian saringlah. Hasil saringan dibagi dua sama banyak dan dimasukkan ke dalam gelas. Setelah dingin, tambahkan garam di dalamnya dan pada masing-masing gelas masukkan sebutir telur ayam kampung. Aduklah hingga lumat. Suami dan istri masing-masing minum satu gelas.

      Resep 2
      Bahan:
      - 30 gram kunyit
      - 1 buah jeruk nipis
      - 1 gram ginseng (bisa dibeli dalam bentuk rendaman dalam botol atau bentuk serbuk di toko-toko obat Cina)
      - 1 sendok makan madu
      - 1 sendok teh bubuk merica
      - anggur/tonikum/ air tape atau cairan beralkohol lainnya secukupnya

      Cara Membuat
      Haluskan ginseng bersama merica, lalu tambahkan madu dan diaduk merata. Kupaslah kunyit, parut dan peras airnya. Tambahkan air jeruk nipis secukupnya sampai warna kuning air kunyit berubah. Kemudian, tuangkan air kunyit ke dalam campuran ginseng, diaduk merata dan encerkan dengan cairan beralkohol. Ramuan ini diminum oleh suami dan istri setiap sore. Sehari cukup satu kali sebanyak satu sendok makan.

      Resep 3
      Bahan
      - 1 0ns daging kambing
      - 1 stoples madu murni

      Cara Membuat
      Daging kambing mentah disucihamakan dengan cara dicelupkan dalam air mendidih selama 15 detik. Selanjutnya rendam daging kambing dalam madu murni selama 2-3 minggu sehingga tampak matang. Daging kambing siap dimakan sesukanya (tidak bersama madunya).

      Catatan: penderita tekanan darah tinggi tidak dianjurkan menggunakan resep ini

      Resep 4
      Bahan
      - 1 sendok teh merica hitam
      - 1 set torpedo kambing beserta pangkal kemaluan

      Cara Membuat
      Torpedo kambing dibuat sate dan dimakan dengan bumbu bubuk merica hitam. Khusus penderita tekanan darah tinggi tidak dianjurkan menggunakan resep ini.

      Resep 5
      Bahan
      - 20 gram daun sembung
      - 15 gram daun kaki kuda
      - 10 gram kumis kucing

      Cara Membuat
      Semua bahan direbus dengan 1 liter air hingga mendidih. Diminum oleh suami isteri tiga kali sehari sebanyak 1 cangkir.

      Resep 6
      Bahan
      - daging kambing secukupnya (dipilih dari jenis kambing jawa jantan)
      - merica secukupnya
      - daun selada secukupnya
      - bawang merah secukupnya
      - kecap dari kedelai secukupnya

      Cara Membuat
      Daging kambing dibuat sate setengah matang dan dimakan bersama kecap, merica, bawang merah mentah, dan daun selada mentah.

      Catatan: penderita tekanan darah tinggi tidak dianjurkan menggunakan resep ini

      Resep 7
      Bahan
      - 2 buah jeruk purut
      - 25-30 butir merica hitam
      - 20 gram umbi ginseng jawa (kolesom jawa)

      Cara Membuat
      Peras jeruk purut lalu campurkan pada merica hitam yang telah dihaluskan bersama umbi ginseng jawa. Ramuan diminum dengan madu sehari sekali sehabis makan malam.

      Resep 8
      Bahan
      - 10 gram adas
      - 25 gram pulosari
      - 20 gram merica hitam
      - 10 gram bawang putih
      - 10 gram madu murni
      - 2 butir telur ayam kampung yang diambil kuningnya
      - 5 gram kunyit

      Cara Membuat
      Adas, pulosari, kunyit, bawang putih dan merica hitam dilumatkan halus lalu ditambah air mendidih dan diaduk merata. Setelah dingin tambahkan kuning telur dan madu. Ramuan ini diminum setiap malam sebelum tidur, dua jam setelah makan malam. Hasilnya akan mulai terlihat setelah selang sebulan. Pencapaian hasil akan lebih terasa nyata bila asupan gizi ditingkatkan terutama untuk jenis daging hewan berkaki empat.@

      Sumber: http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0311/28/081835.htm

      Monday, June 12, 2006

      Merencanakan Pendidikan si Buah Hati


      Merencanakan Pendidikan si Buah Hati

      Sungguh menjadi suatu kebanggaan memiliki si Buah Hati, sebuah karunia dari Yang Mahakuasa yang tak ternilai harganya. Sebesar apapun kenikmatan yang ada belumlah lengkap tanpa kehadiran anak di antara keluarga kita. Umumnya apapun akan dilakukan orangtua untuk sang Buah Hati ini, segala yang terbaik dan dimiliki akan didedikasikan untuk mereka.

      Tapi pernahkah terlintas dalam pemikiran Anda sebagai orangtua mengenai kemungkinan bahwa segala kebahagiaan tersebut “terganggu” gara-gara anak kita terhambat pendidikannya di masa datang? Hambatan tersebut bisa beraneka macam, mulai dari resiko kehilangan pekerjaan, cacat tetap sampai hal yang paling buruk yaitu meninggal dunia. Faktor-faktor ini akan mengganggu stabilitas dana pendidikan putra-putri anda. Perencanaan keuangan (disamping investasi) perlu dilakukan sejak sekarang, selagi resiko itu belum terjadi.

      Salah satu solusi untuk melakukan perencanaan pendidikan sang Buah Hati adalah mengikuti program asuransi pendidikan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi jiwa di negeri ini. Ada banyak merek dan nama dari jenis asuransi ini, tergantung dari perusahaan asuransi yang mengeluarkannya. Sebagai konsumen, tentulah kita memerlukan semacam Tips and Trick dalam memilih produk asuransi pendidikan dan perusahaan asuransi yang mengeluarkannya yang dapat dijadikan sebagai mitra kita. Beberapa panduan tersebut antara lain:

      A. Memilih Produk Asuransi Pendidikan

      1. Tetapkan tujuan pendidikan anak, misalnya anak direncanakanakan melanjutkan dari SD hingga Perguruan Tinggi dilengkapi dengan kategori jenjang sekolah (misal Negeri/Swasta, Daerah/Kota/Ibukota, Dalam/Luar Negeri)
      2. Hitung biaya sekolah per masing-masing jenjang pendidikan yang direncanakan.
        Lakukan perhitungan dengan bantuan perencana atau penasihat keuangan, atau minimal dengan yang mengerti masalah keuangan (saudara, teman, atau tetangga sekalipun) atau menghitung sendiri dengan mempertimbangkan biaya yang akan timbul di kemudian hari (future value) dengan memasukkan asumsi tingkat inflasi per tahunnya.
      3. Hitung dana yang harus disisihkan dari penghasilan berdasarkan perhitungan biaya tadi, untuk mendapat biaya pendidikan yang akan direncanakan. Dana tersebut simulasikan untuk cara menabung per tahun, semester, triwulan ataupun bulanan. Untuk itu perlu dilakukan analisis antara kebutuhan dan kemampuan Bila kemampuan tidak mencukupi, lakukan penyesuaian.
      4. Buatlah daftar produk asuransi pendidikan yang akan dipilih, dari beberapa perusahaan asuransi jika perlu.
      5. Setelah memilih, belilah salahsatu produk yang memiliki benefit/manfaat paling bagus dan relatif paling sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda.
      6. Lakukan pengawasan dan monitoring atas produk yang dipilih, bila perlu lakukan pula terhadap perusahaan yang mengeluarkan produk itu.

      B. Kriteria Memilih Perusahaan Asuransi Jiwa:

      1. Rasio Risk Base Capital (RBC)
        Sesuai keputusan Pemerintah minimal rasio RBC sebuah perusahaan asuransi adalah 110%, jadi carilah perusahaan asuransi yeng memiliki rasio diatas itu (bisa dilihat dari laporan keuangan). Rasio RBC ini mencerminkan kekuatan perusahaan asuransi jiwa dari segi keuangan untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah jika terjadi klaim.
      2. Laporan Keuangan Perusahaan
        Laporan keuangan merupakan sarana mengukur tingkat kesehatan perusahaan asuransi. Ada beberapa perusahaan yang tidak dapat menyajikan laporan keuangannya, hal ini dapat mengindikasikan perusahaan yang bersangkutan menutupi keadaan kinerja keuangan sebenarnya yang tidak sehat. Pilihlah perusahaan yang konsisten mempublikasikan laporan keuangan (biasanya di surat kabar) selama minimal 2-3 tahun terakhir.
      3. Pengalaman
        Pengalaman adalah guru yang paling baik. Pepatah itu pun berlaku di dunia asuransi jiwa. Dengan pengalaman dan jam terbang yang banyak dapat dijadikan ukuran sejauhmana perusahaan itu mampu bertahan dan mampu memenuhi kewajibannya kepada nasabah. Pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki pengalaman dan dan jam terbang yang banyak, riwayat pembayaran klaim dan pelayanan yang baik, memiliki jaringan yang luas kantor-kantor cabangnya, dan armada agen serta variasi produk yang ditawarkan banyak.

      Panduan diatas hanya sebagian dari beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih produk asuransi. Inti utamanya adalah bahwa pendidikan putera-puteri Anda harus dipersiapkan sejak awal, selagi kita punya kemampuan untuk menyuisihkan dana pendidikan. Merencanakan akan lebih baik daripada kejadian lebih buruk telanjur menimpa Kita.

      Sumber: disarikan dari berbagai sumber referensi

      Catatan Redaksi BTJ Blok A:

      Khusus untuk warga Perumnas BTJ Blok A, bisa menghubungi salahsatu warga yaitu Buddy Nugraha (A/340) untuk mendapat konsultasi gratis mengenai Asuransi Jiwa Pendidikan dan selukbeluknya karena yang bersangkutan bekerja di salahsatu perusahaan asuransi jiwa milik negara.

      Menghitung Kerugian Investasi


      Berapa kali Anda merasa kecewa karena hasil investasi Anda tidak seperti yang diharapkan? Rasanya kita semua pernah mengalami kekecewaan karena keliru berinvestasi.
      Masalahnya, apakah kita menerima begitu saja jika kita mengalami kerugian? Sebaiknya tidak. Berinvestasi sesungguhnya ”permainan” yang menggunakan logika, pengetahuan, dan seni. Jadi, mesti ada ikhtiar menghindari risiko.
      Kita juga kerap menemukan kebanyakan investor hanya berpikir berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari suatu investasi. Ironisnya, yang terjadi bukanlah keuntungan lebih besar, melainkan keuntungan yang menurun dan bahkan merugi. Kenapa? Karena kita kerap melupakan keuntungan dalam suatu investasi bukanlah tidak berbatas.
      Ibarat siklus, keuntungan dan kerugian bergantung pada kondisi dan suasana pasar. Dengan analogi lain, jika Anda menjual suatu produk dan terus meluberi pasar dengan produk sama, lalu pesaing juga masuk, sementara permintaan tetap, bisa dipastikan harga akan turun dan bahkan omzet juga akan turun. Muaranya, bukan tidak mungkin Anda merugi. Investasi pun hakikatnya mengikuti hukum yang sama.

      Rugi vs Untung
      Hal pertama yang selayaknya Anda pahami dalam berinvestasi adalah seberapa besar Anda mampu menanggung kerugian. Itu sebabnya ada istilah risk taker dan juga risk avoider.
      Jika Anda bukan termasuk risk taker, tentu saja kemampuan Anda menanggung kerugian amat rendah. Menanggung kerugian di sini bukan sekadar dalam konteks finansial semata-mata, melainkan juga pribadi Anda. Anda tentu pernah mendengar ada orang yang sebenarnya sangat kaya raya, namun tatkala bisnisnya mulai menurun orang tersebut langsung masuk rumah sakit karena stres dan sebagainya. Tetapi, ada juga orang yang asetnya habis total, namun tetap tenang-tenang saja. Ini yang disebut karakteristik pribadi. Nah, sebelum berinvestasi sebaiknya Anda ukur dulu seberapa besar tingkat kerugian yang bisa Anda tanggung secara finansial dan ”perasaan”.
      Dalam konteks finansial, langkah yang perlu dilakukan adalah mematok berapa persen maksimum kerugian dibandingkan nilai investasi. Apakah 10 persen, 20 persen, atau lebih. Katakanlah 10 persen, maka umpamakan Anda berinvestasi dalam satu jenis saham dengan total investasi Rp 10 juta dengan nilai investasi per saham Rp 1.000 dan Anda memiliki 10.000 lembar saham. Pastikan maksimum kerugian yang bisa Anda terima adalah Rp 100 per lembar saham atau Rp 1 juta secara total.
      Pertanyaannya, apa yang mesti dilakukan jika harga saham tersebut benar-benar turun menjadi Rp 900 dan Anda sudah merugi sebesar Rp 100 per lembar saham? Paling tidak ada dua alternatif. Pertama, Anda membeli lagi saham itu pada harga Rp 900, katakanlah 5.000 lembar, dengan total nilai Rp 4,5 juta sehingga investasi Anda menjadi Rp 14,5 juta. Dengan cara ini kerugian Anda akan berkurang. Harapannya, harga saham tersebut akan meningkat dan katakan kembali ke harga Rp 1.000 per lembar, maka Anda malah meraih keuntungan sebesar Rp 500.000.
      Kedua, Anda melakukan cut loss. Dengan contoh di atas, pada saat harga saham turun menjadi Rp 900 dan telah mulai merugi sebesar Rp 100, jual semua saham tersebut. Konsekuensinya, Anda akan terhindar dari kerugian lebih lanjut jika penurunan harga saham terus terjadi. Tetapi, Anda juga kehilangan potensi keuntungan jika suatu ketika harga saham naik. Namun, jika fokusnya menghindari kerugian lebih lanjut dan kemampuan Anda menanggung hanya 10 persen, maka pilihan cut loss layak dipertimbangkan.
      Kedua hal di atas adalah alternatif mengurangi kerugian terhadap satu jenis investasi. Lalu, bagaimana jika investasi yang Anda lakukan lebih dari satu jenis alias sebenarnya Anda telah melakukan diversifikasi tetapi tetap saja masih merugi.

      Diversifikasi
      Diversifikasi sebenarnya adalah salah satu cara mengeliminasi risiko, atau risiko kerugian di satu jenis investasi akan teratasi oleh keuntungan di investasi lain. Jadi, secara total Anda tetap akan meraih keuntungan. Namun, bila setelah diversifikasi ternyata secara total Anda masih tetap mengalami kerugian, satu-satunya cara adalah mengkaji kembali portofolio atau pola diversifikasi investasi Anda. Yang paling sederhana, kurangi investasi berisiko tinggi dan tingkatkan investasi berisiko rendah.
      Lepas dari konsep menghitung dan mengeliminasi kerugian investasi sebagaimana diuraikan, yang jauh lebih penting adalah kesiapan mental dalam investasi. Kendati mungkin kondisi finansial Anda cukup kuat untuk menanggung kerugian, namun jika secara psikis Anda bukan tergolong orang yang nothing to lose, maka sekecil apa pun kerugian yang Anda alami akan berdampak negatif terhadap perilaku investasi Anda.
      Kemampuan psikis inilah yang pada gilirannya akan menghasilkan kemampuan keuangan dalam menanggung kerugian, apakah 10 persen, 20 persen, atau lebih besar lagi. Selamat mencoba.

      Sumber: Elvyn G Masyasya. Menghitung Kerugian Investasi. Kolom Konsultasi. KOMPAS (11 Desember 2005).

      Sunday, June 11, 2006

      Tips Foto Pake Kamera HP

      Jakarta, Kamera di telepon selular kini bukan barang langka lagi. Walau rata-rata resolusinya nggak lebih dari satu mega pixel tapi kamu tetap bisa dapet hasil yang oke. Gimana caranya? Baca dulu tips ini!

      Foto Sebanyak Mungkin
      Dalam sebuah kesempatan, sebisa mungkin kamu mengambil foto sebanyak mungkin. Pilih yang terbaik, sedangkan yang jelek-jelek ya di-delete aja!

      Foto Dalam Jarak Dekat
      Banyak kamera foto yang tidak memiliki zoom. Untuk memastikan obyek yang kamu ambil terlihat jelas, mendingan kamu foto dari jarak dekat. Selain lebih jelas, gambar yang kamu ambil bisa lebih baik. Cobalah setidaknya dalam jarak 1 meter.

      Foto Sejajar Pandangan Mata
      Ambil gambar yang tingginya sejajar dengan pandangan mata kamu. Apalagi jika mengambil foto orang, fokuskan pada bagian wajah (close-up). Segala ekspresi dan senyum orang itu pastinya terlihat lebih jelas. Kalau memotret binatang atau anak-anak, coba sedikit menunduk supaya lebih sejajar dengan mereka.

      Perhatikan Cahaya Sekitar
      Belum banyak kamera ponsel yang dilengkapi dengan built in flash. Semakin gelap cahayanya semakin kurang baik kualitas gambarnya. Semakin gelap cahayanya, maka semakin keras usaha ponsel kamu untuk menangkap cahaya. Hasilnya, gambar kamu akan tampak berbintik-bintik dan kasar. Kalau terpaksa memotret di dalam ruangan, usahakan ada penerangan yang menerangi obyek kamu.

      Cari Latar Belakang yang Netral
      Latar belakang yang netral atau polos semakin menguatkan obyek yang kamu foto. Lagi-lagi ini penting karena kamera hp hanya bisa menangkap gambar dalam ukuran yang kecil. Kalau obyek kamu kecil sedangkan latar belakangnya ramai pasti gambarnya semakin nggak fokus.

      Coba Sudut yang Berbeda-beda
      Foto nggak harus selalu dari depan. Bisa dari samping, dari bawah, atau dari atas. Coba berbagai sudut, nanti kamu bakal dapet foto yang oke sekaligus artistik.

      Pakai Resolusi Tertinggi
      Beberapa kamera HP menyediakan pilihan resolusi. Untuk foto-foto event atau momen yang penting selalu gunakan resolusi tertinggi. Selain pada kualitas gambar, resolusi juga berpengaruh ketika kamu mau mencetak gambar. Semakin besar resolusinya semakin besar juga ukuran gambar yang kamu cetak. Misalnya resolusi maksimal hanya bisa mencetak ukuran 3x4 cm, dengan resolusi besar dan cahaya yang baik kamu bisa cetak sampai ukuran 2R.

      Eksplorasi Fasilitas Kamera Kamu
      Punya kamera ponsel jangan asal potret aja. Cari tahu fungsi-fungsi yang ada di ponsel kamu. Beberapa kamera ponsel menyediakan perubahan warna ke sephia atau hitam-putih. Ada juga kamera denga fasilitas zoom, brightness-contrast, atau self-timer.

      Rambu-rambu berkamera HP
      Kelebihan kamera HP adalah kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Tapi ada juga lho aturan yang wajib diikuti biar nggak bikin orang kesal atau marah.
      1. Minta ijin jika kamu ingin memotret orang yang tak dikenal.
      2. Lihat peraturan di tempat kamu mengambil gambar. Di beberapa tempat pengambilan gambar menggunakan kamera apapun tidak diperbolehkan.
      3. Jangan menyebarluaskan gambar orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut.

      Sip, sekarang udah siap foto-foto kan? Klik..klik! (Puteri Fatia - detikHot)