| Home | | Piala Dunia | | Galerry Foto | | Berita Tp Jahil | | Sekilas Info | | Apresiasi Seni | | Tempo Doeloe |

      Sunday, September 24, 2006

      Jus Delima, Si Segar Penyehat Jantung


      Oleh: Yuga Pramita Mahasiswa FKM Universitas Diponegoro, Semarang

      Delima (Punica granatum) umumnya ditanam di dataran rendah. Tumbuh baik pada berbagai keadaan iklim, menghendaki tanah agak subur. Ukuran buahnya lebih kurang sebesar jeruk atau apel, dengan kulit keras warna merah gelap atau kecoklatan.

      Bijinya (sebuah delima rata-rata berisi sekitar 800 biji) yang biasa dimakan "diselimuti" cairan tembus cahaya, berada dalam suatu selaput putih seperti spons berasa pahit.
      Di beberapa negara Timur Tengah, selama berabad-abad, delima—yang asal katanya dari bahasa Perancis; pome garnete, berarti "apel berbiji"—telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional, di samping tentunya jadi bahan sajian yang menyegarkan. Demikian halnya di negeri kita.

      Konon, kulit akarnya yang banyak menyimpan senyawa-senyawa alkaloid, antara lain pelletierin, bisa digunakan sebagai obat cacing. Sementara tumbukan buah atau seduhannya berguna untuk menghentikan mencret atau disentri. Lalu, air rebusan bunganya bisa dijadikan alternatif pereda sakit gigi.

      Selain alkaloid, dalam kulit akar, kulit batang dan buah, terutama bagian kulitnya, terkandung zat penyamak yang berkhasiat mengecilkan pori-pori, antiseptik, dan hemostatik yang baik untuk keputihan. Disebutkan Anorital dan Yuningprapti (1995), kulit buah delima termasuk golongan slightly toxic dan mempunyai daya antibakteri terhadap Salmonella typhi.
      Akan tetapi, kemampuan delima rupanya bukan cuma itu. Khusus yang berkaitan dengan hasil olah buahnya, setelah dibuat jus—hasil penelitian belakangan, meski masih sebatas pada binatang percobaan—membuktikan kehebatan lainnya.

      Dr Claudio Napoli, profesor of medicine and clinical pathology di the University of Naples School of Medicine, Italia, bersama koleganya, melalui percobaan pada tikus, membuktikan, jus buah ini dapat diandalkan guna mencegah penumpukan lemak sepanjang dinding arteri. Artinya, jus buah ini sanggup mencegah penyakit jantung. Disebutkannya, sel jantung tikus yang dicekoki jus delima meningkat 50 persen produksi nitrogen oksida (nitric oxide/NO)-nya, dan tereduksi perkembangan plaknya hingga sekitar 30 persen (http://www.yahoo.com).

      Tinggi antioksidan
      Banyak orang menyangka bahwa penebalan dan penyempitan dinding arteri koroner, yang merupakan penyebab utama serangan jantung, dipicu oleh asupan LDL kolesterol yang berlebihan. Padahal, menurut Cooper—penulis Antioxidant Revolution—kejadian tersebut belum tentu terjadi andai tidak ada pemicu lain. Sebutlah radikal bebas, yang diaktifkan oleh berbagai faktor, termasuk asap rokok, pencemaran udara, dan olahraga yang berlebihan.
      Radikal bebas akan mengoksidasi partikel LDL kolesterol dan membuatnya rusak. Sel-sel darah putih (makrofag) di dalam dinding arteri akan berupaya menghilangkan partikel LDL yang sudah rusak dengan cara "memakannya sampai habis".

      Sayangnya, setelah proses tersebut, sel makrofag tidak dapat melepaskan diri dari bagian kolesterol LDL. Sel-sel bengkak yang dihasilkan, disebut sel-sel busa, selanjutnya menempel pada dinding pembuluh arteri, membentuk plak dan menyebabkan penyempitan. Hingga pada akhirnya terjadilah penyakit kardiovaskuler yang parah dan mungkin pula serangan jantung.
      Sebetulnya ada upaya yang bisa dilakukan supaya plak tidak telanjur menjadi "keras", yaitu dengan mengasupkan antioksidan. Antioksidan akan melindungi LDL kolesterol hingga tak teroksidasi oleh radikal bebas. Makrofag selanjutnya tak perlu repot-repot "memakan" partikel teroksidasi, dan dinding arteri otomatis akan bersih dari sel-sel busa yang menempelinya.
      Delima kaya akan antioksidan, bahkan paling tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain yang telah diuji (lihat tabel). Dengan demikian, buah ini bisa diandalkan guna menangkis serangan radikal bebas. Maka, tak perlu heran jika tikus-tikus yang dicekoki jus delima memiliki dinding arteri yang sehat, hingga terjauhkan dari serangan jantung yang mungkin menyerang.

      Namun, bukan karena kandungan oksidannya saja serangan jantung bisa dicegah. Kehebatan delima dalam mendongkrak NO patut diperhitungkan pula.
      Dalam kaitan dengan kesehatan jantung, NO, si molekul imut-imut yang disintesis oleh sel endotel ini, akan bertindak sebagai relaksan (endothelium-derived relaxing factor/EDRF), pengatur tonus otot polos. Banyak preparat vasodilator yang digunakan secara luas dalam perawatan angina pektoris, seperti nitrogliserin, bekerja dengan meningkatkan pembentukan senyawa ini.

      Membuat jus delima
      Walau banyak pakar yang mengomentari hasil tersebut dengan kalimat, "masih terlalu dini untuk disimpulkan", hingga belum berani menganjurkan untuk dijagokan guna mencegah penyakit jantung, tak sedikit pula ternyata yang optimis dengannya.

      Lepas dari semua itu, satu hal yang layak dicatat, hingga saat ini belum ada satu pun laporan yang menyebutkan efek negatif mengonsumsi jus delima. Kecuali "pecahan" bijinya, yang disebut Lee dan Watson (1998), dapat menyebabkan iritasi dan memicu terjadinya kanker esofagus. Dengan kata lain, Anda dapat menikmati jus delima—tanpa campuran "pecahan" bijinya—kapan pun Anda suka dalam rangka menikmati rasanya yang manis menyegarkan.
      Selain diminum langsung, jus delima bisa pula "disulap" menjadi selai, saus, atau sirup.

      Cara membuatnya terbilang gampang. Tempatkan biji delima yang berselimut cairan bening dalam food processor atau blender dan proses hingga jus terbentuk. Pisahkan bijian dengan ayakan rapat atau kain kasa—secara umum, sebuah delima ukuran sedang bisa menghasilkan sampai sekitar tiga perempat cangkir biji atau setengah cangkir sari buah.

      Jika sudah berbentuk jus, supaya bisa disimpan lama, bekukan serta simpan jus dalam wadah kedap udara. Dengan cara ini, jus delima dapat tahan hingga jangka waktu sekitar enam bulan. ***
      (reported: buddy/340)
      (sumber: www.kompas.co.id)

      Wednesday, September 20, 2006

      G-Spot & Posisi Terbaik


      G-spot, letaknya memang tersembunyi, tapi dengan mudah bisa diketahui. Bila disentuh, akan memberikan kenikmatan tiada tara, dan bisa membawa wanita "melambung" mencapai multiorgasme.

      Saat dilakukan hubungan seksual, G-Spot bisa tersentuh oleh penis berapa pun panjangnya. Tak perlu jungkir-balik seperti pemain sirkus untuk bisa menyentuhnya.

      “Atur saja agar penis masuk melalui sudut yang tepat, sehingga mampu menyentuh dinding bagian depan vagina. Posisi apa pun cocok untuk bermain dengan G-Spot,” ungkap Judy Kuriansky, Ph.D., terapis seks dari New York (Cosmopolitan).

      Bagi penggemar posisi istri di atas, sang istri perlu mendorong tubuh agak ke belakang dan sedikit mengangkat pinggul dengan menggunakan tangan untuk menopang berat badan. Saat penis sudah menelusup ke dalam vagina, lakukan gerakan naik-turun. Perlahan saja tapi mesti dilakukan dengan mantap. Posisi ini memang nyaman karena kecepatan gerakan bisa diatur oleh istri. Dengan begitu, G-Spot dapat segera ditemukan.

      Titik kenikmatan itu juga dapat terstimulasi dengan baik saat bercinta dengan posisi doggy style. Gaya ini dapat dengan cepat menyentuhnya. Cari sudut yang memungkinkan penis bisa masuk lebih dalam lagi dan mendapat akses yang lebih mudah untuk menemukan G-Spot pasangannya. Doggy style memungkinkan pasangan melakukan dua tugas sekaligus. Maksudnya, merangsang klitoris dan mengekplorasi dinding vagina untuk menemukan G-Spot.
      Coba juga posisi telungkup dengan bertumpu pada perut. Lalu buka lebar kedua kaki. Dari belakang suami bisa memasukkan penis untuk mulai melakukan pencarian.

      Selain teknik di atas, posisi misionaris pun bisa. Letakkan satu atau dua bantal di bawah pinggul istri. Pinggul yang sedikit terangkat akan membuat penis leluasa mengeksplorasi G-Spot.
      Posisi quickie juga cocok untuk itu. Caranya, istri berdiri menghadap dinding. Gunakan tangan untuk bersandar, menahan tubuh, dan menjaga keseimbangan. Suami ambil posisi di belakang, lutut sedikit ditekuk, pinggulnya tepat di bawah pinggul istri. Selipkan penis. Dorongan ke atas akan membuat penis leluasa menemukan G-Spot.

      Cara terakhir, istri sedikit membungkukkan punggung dengan posisi kaki rapat. Posisi ini akan mengepung penis agar tidak bergerak ke mana-mana.

      Di mata Anita, beberapa posisi di atas memang sangat memungkinkan G-Spot segera ditemukan. Hanya saja tidak semua posisi cocok untuk setiap pasangan. “Itu sangat tergantung bentuk penisnya, sebab ada yang bentuknya sedikit ke atas atau cenderung ke bawah. Kalau bentuknya ke bawah, posisi doggy style kurang menjamin mampu menyentuh letak G-Spot yang berada di dinding atas vagina. Jadi, harus ganti posisi dan cara yang lebih cocok,” jelas Anita yang juga berpraktik di RS Pondok Indah dan RS Graha Medika, Jakarta, ini.
      “Perlu diingat, menyentuh lewat G-Spot ini hanya merupakan salah satu ukuran kepuasan dalam kehidupan seksual berumah tangga. Jangan dijadikan obsesi. Misalnya, harus multiorgasme. Kalau salah satu pasangan atau keduanya sudah puas dengan sekali orgasme, untuk apa menuntut lebih? Lagi pula yang juga harus diingat, kebugaran tubuh pun perlu dijaga untuk menunjang kegiatan seksual ini. Istri perlu ditunjang dengan senam kegel, sementara suami juga perlu berolahraga,” tambah Anita.Berbekal tambahan pengetahuan tentang G-Spot, diharapkan pasangan suami-istri akan menjumpai saat-saat indah bersama. Jangan takut mencoba dan mengeksplorasi tubuh pasangan. Dalam pernikahan, kreativitas memang merupakan elemen yang penting guna membina hubungan suami-istri yang senantiasa penuh gairah. *** (sumber: www.kompas.co.id)

      (reported by: buddy340)

      Sunday, September 03, 2006

      Petai, Si Bau yang Berkhasiat Besar

      PETAI (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau kentut sangat tidak sedap. Tapi mungkin banyak diantara kita tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat.

      Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi pete mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.

      Makanya jangan heran jika pete adalah buah yang disukai oleh para atlet top. Penelitian juga membuktikan bahwa pete tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk. Ini membuat pete menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita.

      Depresi

      Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

      PMS (premenstrual syndrome)

      Jika mengalami PMS saat 'tamu' datang, anda tidak perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.

      Anemia

      Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

      Tekanan darah tinggi

      Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

      Kemampuan otak

      200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istiraha, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

      Sembelit

      Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.

      Obat mabuk

      Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan "penyakit" mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

      Kekenyangan

      Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.

      Mual di pagi hari

      Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

      Gigitan nyamuk

      Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.

      Untuk saraf

      Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.

      Kegemukan

      Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.

      Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.

      Luka lambung

      Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

      Mengatur suhu tubuh

      Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah 'dingin' yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.

      Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau)

      Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan.

      Merokok

      Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin

      Stress

      Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.

      Stroke

      Menurut riset dalam "The New England Journal of Medicine," makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.

      Caplak

      Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika anda ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!

      Setelah membaca semua fakta diatas maka anda harus percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

      Pete juga kaya kalium dan merupakan buah dengan nilai makanan terbaik. Jadi mungkin sekaranglah saatnya anda mengubah kata-kata yang sudah terkenal mengenai apel itu menjadi: "A Petai a day keeps the doctor away" (makan pete tiap hari akan menjauhkan anda dari dokter). (mydoc/tutut)